balikan-dengan-mantan

5 Hal Yang Harus Dipikir Ulang Sebelum Balikan Dengan Mantan

Diposting pada

Setelah putus cinta, biasanya bayangan mantan gak akan bisa dengan mudah dihilangkan dari pikiran. Pergi ke tempat makan biasa, keinget.

Dengar lagu yang sering kalian senandungkan bersama, langsung nangis. Ya wajar sih, dia kan yang selama ini menemani hari-harimu.

Keinginan untuk kembali bersama juga jadi hal yang tidak bisa dihindarkan. Itu kenapa tidak sedikit pasangan yang memilih untuk rujuk setelah sebelumnya putus.

Apakah kamu salah satunya? Sebelum memutuskan untuk kembali menjalani hubungan yang sempat patah, ada baiknya kamu membaca beberapa hal ini dulu. Daripada balikan terus putus lagi dan jadi super nyesel, ‘kan?

Inilah hal yang harus dipikir ulang balikan dengan mantan.

1. Beneran balik atau cuma kesepian ?

Rasa sepi jelas menderamu selepas kalian putus. Biasanya kemana-mana ada yang nemenin, eh sekarang harus single fighter. Bohong banget kalau kamu mengaku gak kesepian dan gak pengen kembali ke masa-masa indah dulu. Tapi apa kesepian bisa jadi alasan yang cukup rasional untuk balikan?

Hubungan yang baik membutuhkan individu yang sudah lebih dulu selesai dengan diri mereka sendiri. Sebuah ikatan cinta akan lebih stabil saat dua orang yang ada di dalamnya tidak lagi dihantui oleh rasa insecure terhadap kondisi kehidupan mereka.

Daripada langsung balik ke mantan demi menghilangkan rasa kesepian, lebih baik kamu berusaha menghadapi semuanya sendiri dulu.

Kuatkan dan beranikan dirimu untuk menghadapi semuanya tanpa pasangan. Setelah kamu cukup tangguh, yakin deh nanti akan ada orang yang sama tangguhnya yang datang dan menjadi pasanganmu.

2. Masih sayangkah ?

Hal yang kerap menarik kita untuk kembali pada hubungan yang telah lewat adalah rasa nyaman yang ada di dalamnya. Ini amat wajar terjadi, sebab kamu dan mantan pasangan sudah saling mengenal satu sama lain sekian lama.

Kalian sudah tidak perlu saling menyesuaikan kebiasaan lagi. Apakah kamu kembali hanya karena menginginkan rasa nyaman itu?

Kalau kata orang bijak, “Keluarlah dari zona nyaman demi mencapai kesuksesan”. Pameo yang sama pun berlaku dalam hubungan cinta.

Terlalu nyaman dengan seseorang tidak selamanya jadi pertanda baik. Malah, bisa jadi ini tidak akan membuatmu berkembang.

Kalau memang niatmu balikan karena ogah PDKT dan memulai lagi sama yang lain, maka pertimbangkan hal ini: “Yakin gak mau ambil risiko dan bakal hidup gini-gini aja sampai tua nanti?”

3. Cuma gak kuat dia dengan yang lain ?

Satu-satunya alasanmu pengen balikan adalah karena kamu gak kuat patah hati melihat dia sama orang lain. Kamu terlalu sayang sama dia, dan daripada itu terjadi lebih baik kamu menawarkan opsi untuk kembali saja.

Sebagai orang yang pernah jadi bagian penting hidupmu, wajar banget kamu merasa runtuh saat dia sudah bisa memulai sama orang lain. Sementara kamu masih berusaha menata hati.

Hey, gak perlu kebakaran jenggot. Semua orang punya waktu dan caranya sendiri untuk sembuh dari gagalnya sebuah hubungan. Bisa jadi dia memang membutuhkan orang lain untuk melupakanmu, sementara kamu juga perlu waktu sendiri demi bisa pulih sepenuhnya.

Bukan berarti juga dia yang sudah memulai membuka hati lebih dulu akan lebih bahagia. Semua udah ada jalannya sendiri kok, yakinin aja.

4. Balikan cuma kasihan ?

Kamu pernah sayang banget sama orang ini. Rasanya gak tega lihat dia berjuang untuk mendapatkan kembali cintamu sampai jungkir balik gak jelas.

Tapi jika ditanya apa yang mendorongmu kembali menerimanya, perasaan kasihan lebih besar dibanding rasa sayangmu. Kamu sayang dia, tapi kamu lebih gak tega lihat perjuangannya.

Hubungan cinta yang dibangun hanya berdasar rasa kasihan tidak akan menjadi sebuah hubungan yang sehat. Kamu tidak lagi bisa mencurahkan perasaan sayang yang tulus, perlakuan romantismu ke dia bukan semata-mata digerakkan oleh cinta.

Seseorang gak berhak dikasihani hanya untuk mendapatkan cinta dari orang lain. Kalau kamu benar-benar sayang dia, justru kamu akan memilih untuk melupakannya.

5. Janji berubah tapi apa bisa diwujudkan ?

Sebelum memutuskan kembali, pasti kamu dan dia sudah membuat perjanjian “pra-balikan” kalau kalian akan memperbaiki diri agar kejadian putus tidak terulang.

Ini hal yang oke banget dan akan berdampak positif bagi perkembangan hubungan — dengan syarat bahwa ini benar-benar dilaksanakan. Bukan sekedar janji-janji manis saja.

Kamu harus sadar bahwa ada beberapa sifat yang akan sangat sulit dihilangkan dari seseorang. Tidak peduli seberapa besar cinta pasanganmu ke kamu dan betapa kuat dia berjanji untuk memperbaiki diri, dua hal itu nggak akan cukup.

Dia tumbuh dengan kebiasaan itu, dia dididik oleh lingkungannya untuk menjadi seperti itu. Kalau ada sifat yang sangat mendasar dari pasangan yang nggak bisa kamu terima, bukan nggak mungkin masalah yang sama akan kembali terulang pasca kalian balikan nanti.